zebabewithbrains

Rabu, 09 Desember 2015

http://www.athba.net/

Athba.net | Kadang-kadang jalan solusi masalah yang paling brilian adalah dari ide yang paling sederhana. Seperti halnya dalam kasus berikut ini, sebuah organisasi Lebah & Gajah, yang berhasil menemukan solusi alami yang mendamaikan konflik yang terjadi antara gajah dan manusia, dalam bentuk pagar yang terbuat dari sarang lebah untuk melindungi tanaman petani dari serangan gajah liar di afrika. Bangunan pagar terdiri dari kawat sederhana yang di kaitkan dengan dua tongkat sebagai penahan dari rumah lebah dengan jarak tertentu. Ketika gajah mendekati lahan pertanian dan menyentuh kawat-kawat tersebut, itu akan mengganggu sang lebah, menyebabkan mereka untuk keluar dari sarang mereka dan menakut-nakuti gajah yang akan memasuki lahan para petani. Zoologi Lucy King adalah otak di balik proyek inovatif yang berhasil menghalau kedatangan gerombolan gajah yang akan merusak hasil tanaman pertanian dan melindungi petani pedesaan di Afrika, uji coba di mulai pada awal tahun 2009.


http://www.athba.net/

http://www.athba.net/

Diketahui bahwa naluri gajah secara alami takut makhluk kecil. Sengatan lebah menyebabkan rasa sakit luar biasa ke bagian sensitif gajah, dan peneliti telah mencatat bahwa seluruh kawanan gajah akan menghindari daerah-daerah di mana ada lebah di situ karena gajah akan terganggu dengan suara dengungan lebah. Lucy King adalah orang yang pertama untuk memikirkan memanfaatkan sifat alami gajah yang takut pada lebah, dengan maksud untuk "mengurangi kontak manusia dengan gajah yang merusak hasil tanaman pertanian dan perusakan pohon, maka dapat juga menghasilkan pendapatan lain yaitu dari penjualan madu madu." Metode cerdik dan alami ini merupakan langkah maju yang signifikan terhadap ekosistem antara manusia dan gajah tanpa saling merugikan.

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/

Saat ini, ada pagar dari sarang lebah banyak di gunakan di Kenya, Botswana, Mozambik, Tanzania, Uganda dan Sri Lanka. Organisasi ini bekerja berafiliasi dengan oraganisasi pemerhati gajah Save the Elephants, dan saat ini terus memperkenalkan tehnik ini ke seluruh dunia agar menciptakan masa depan yang lebih aman bagi gajah dan orang-orang yang tinggal di antara mereka.

Sabtu, 28 November 2015

http://www.athba.net/

Athba.net | Persahabatan antar hewan berlainan jenis memang selalu mengusik rasa penasaran. Apa yang salah dengan mereka hingga terlihat aneh dan unik karena melanggar hukum alam yang sudah ada. Apalagi persahabatan itu terjadi antara pemangsa dan si mangsa. Seperti baru-baru ini terlihat di kebun binatang prymorsky di rusia. Melansir dari laman 4tololo, Seekor harimau siberia yang bernama amur biasa di beri makan mangsa hidup seperti kambing dan kelinci selama dua minggu sekali. Tapi sungguh keanehan terjadi, seekor kambing yang di masukkan kandang harimau amur pada hari itu bukannya di mangsa, bahkan mereka menjadi sahabat. Entah apa yang ada di pikiran harimau dan kambing tersebut. Mungkin sang kambing tak pernah melihat harimau sebelumnya, sehingga dia tak merasa bahwa harimau adalah pemangsanya. Belakangan kambing pemberani itu pun dinamai east sebagai simbol atas keberaniannya. Karena keberaniannya, banyak orang bersimpati dan berkomentar kagum di website. Persahabatan yang tidak biasa ini menyentuh hati banyak orang, tetapi beberapa pengunjung mulai khawatir bagaimana akhir dari persahabatan dan nasib kambing ini,Tapi seperti terlihat dalam video Kini setiap hari amur dan east selalu berjalan berdua mengelilingi kandangnya dan bahkan tidur bersama dalam satu ruangan.





Kamis, 19 November 2015

Athba.net | Sejak awal sejarah manusia kapal hanya terbuat dari kayu, namun seiring penemuan bahan baja, pembuatan kapalpun beralih ke bahan yang lebih kuat itu. Tapi tahukah anda ketika terjadi perang dunia pertama maupun perang dunia ke dua bahan baja sangat langka dan mahal, karena itu bahan pembuatan kapal berinovasi dengan bahan ferrocement (ferro=besi dan cement=semen). melansir dari laman amusingplanet Ada cerita bahwa jauh sebelum perang dunia berkecamuk,  pada tahun 1848 Joseph-Louis Lambot, menciptakan perahu kecil dari bahan beton bertulang besi atau ferrocement.

http://www.athba.net/

Seperti diduga, beton bukan bahan yang cocok untuk membangun sebuah kapal. Masalah paling mendasar dengan kapal beton adalah kapal memerlukan lambung yang sangat tebal hingga kekuatannya menyamai kapal berbahan baja. Hal ini membuat kapal sangat berat dan akibatnya di butuhkan bahan bakar yang lebih banyak untuk menggerakkan kapal. Dan karena terbuat dari beton, jika lambung kapal mengalami kerusakan, maka kapal akan lebih cepat tenggelam karena beban berat kapal tersebut. Para prajurit dari Perang Dunia I sering menyebut mereka "batu nisan mengambang".

Namun demikian, pembuatan kapal ferrocement terus dilakukan dan ukuran mereka semakin membesar secara bertahap. Yang terbesar adalah kapal SS Selma dengan ukuran 425 kaki (141,6 M), sebuah kapal tanker minyak yang diluncurkan pada tahun 1919. Reruntuhan kapal SS Selma masih terlihat hingga Hari ini di Galveston Bay di Pantai Teluk Texas.

Baca juga: Minatur desa tertua

Ketika Amerika Serikat terlibat Perang Dunia Pertama, Presiden Woodrow Wilson memerintahkan pembangunan 24 kapal beton sebagai kapal dukungan kepada Angkatan Laut. Namun, tidak satupun dari kapal-kapal itu selesai tepat waktu dan di gunakan berperang. Pada saat kapal selesai di bangun, itupun hanya 12 dari 24 kapal yang di rencanakan perang telah berakhir. Sehingga kapal yang sudah selesai dijual kepada perusahaan swasta dan digunakan untuk perdagangan minyak serta penyimpanan.



Ketika perang berakhir, baja kembali di produksi dan kapal-kapal berbahan baja yang lebih efisien kembali di produksi. Bagaimana nasib kapal-kapal beton? mereka di bebas tugaskan dan diderek ke berbagai pelabuhan, ditenggelamkan atau di biarkan di bibir pantai menjadi pemecah gelombang. Kumpulan kapal beton terbesar ditemukan di Powell River, British Columbia, di mana sepuluh kapal beton di tata membentuk busur yang berfungsi sebagai pemecah ombak.

Baca juga : cafe untuk korban zat acid

Kapal beton lainnya seperti kapal tanker minyak SS Palo Alto ditarik ke Pantai Seacliff di Aptos, California, dan dibuat menjadi sebuah taman hiburan dengan fasilitas termasuk lantai dansa, kolam renang dan kafe. Dua tahun kemudian taman hiburan di tutup karena perusahaan bangkrut. Berikut beberapa gambar kapal-kapal berbahan ferrocement yang teronggok tak berdaya di beberapa pantai.

http://www.athba.net/

Bangkai kapal ferrocement San Pasqual, di lepas pantai Santa Maria, Kuba.

http://www.athba.net/

Kapal ferrocement SS Selma di Seawolf Park Galveston.

http://www.athba.net/

Kapal ferrocement SS Palo Alto di Pantai Seacliff, California.

http://www.athba.net/

Kapal ferrocement SS Palo Alto di Pantai Seacliff, California.

http://www.athba.net/

Pemecah ombak terbuat dari kumpulan kapal ferrocement di Powell River, British Columbia

http://www.athba.net/

Bangkai kapal ferrocement SS Selma di Seawolf Park Galveston.

Sabtu, 14 November 2015

http://www.athba.net/

Athba.net | Jumlah tunawisma di Hawaii telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, mencapai 487 orang per 100.000 penduduk, atau angka tertinggi per kapita di seluruh negeri, di atas New York dan Nevada, menurut statistik federal. Sejak 2010, jumlah itu tetap naik bahkan saat tingkat tunawisma nasional menurun akibat pemulihan ekonomi.

Peningkatan tersebut, didorong selama bertahun-tahun oleh tingginya biaya hidup di kepulauan tersebut, rendahnya upah dan lahan yang terbatas, memunculkan gambaran orang-orang yang tidur di sepanjang pantai yang dikenal sebagai surga tropis itu.

Pemerintah setempat telah mencoba menyelesaikan masalah tersebut. Mereka menawarkan layanan-layanan tunawisma, melarang orang duduk dan berbaring di pinggiran jalan Waikiki dan mengusulkan kontainer pengiriman sebagai perumahan sementara. Deklarasi situasi darurat tunawisma bulan Oktober oleh Gubernur David Ige menggarisbawahi keseriusan krisis tersebut:

Baca juga: ada pagoda di myanmar

Meski ada tempat penampungan dan program bantuan untuk para tunawisma, namun jumlahnya masih kurang. Sekitar 550 tempat tidur disediakan setiap malam di Oahu, di mana sekitar 4.900 dari 7.620 tunawisma berada, menurut para penyedia layanan.

Diperkirakan di hawaii memerlukan 27.000 unit rumah sewa yang terjangkau pada 2020, namun para legislator hanya menyediakan uang untuk 800 unit tahun ini.  menurut perkiraan pemerintah negara bagian Perawatan perumahan publik yang ada saat ini dapat menelan biaya US$800 juta dalam 10 tahun mendatang.

Di seluruh negara bagian, 10.000 orang menunggu lima tahun atau lebih untuk mendapatkan perumahan publik yang dikelola pemerintah, dan daftar tunggu untuk bantuan sewa di perumahan swasta sangat panjang dan daftar itu ditutup selama sekitar 10 tahun.

http://www.athba.net/

Populasi keluarga tunawisma membludak hingga 46 persen dari 2014 ke 2015, menurut Scott Morishige, koordinator negara bagian untuk masalah tunawisma. Ia mengatakan perubahan-perubahan dalam kebijakan perumahan publik dan layanan kesehatan mental berkontribusi pada peningkatan tersebut. Sebuah survei dari penyedia layanan bulan Agustus lalu mengenai perkemahan menemukan bahwa 42 persen dari hampir 300 orang di situ adalah keluarga. Pemerintah kota mencoba menciptakan zona aman sementara tahun 2006 dimana para tunawisma dapat berkemah secara legal, tapi keluhan berdatangan sehingga taman yang diperuntukkan sebagai zona itu ditutup setiap malam. Banyak dari tunawisma yang pindah ke garasi-garasi hotel dan jalur pejalan kaki dekat Pantai Waikiki.

Baca juga: museum paling berkilau

​Lalu pemerintah kota melarang orang duduk dan berbaring di jalur pejalan kaki, langkah yang didukung oleh Hyatt Regency, Hilton Worldwide dan resor-resor besar lainnya, yang mendatangkan sebagian besar dari pendapatan wisata tahunan Waikiki yang mencapai $6,8 miliar, atau hampir setengah dari pengeluaran pengunjung di Hawaii. Honolulu menghabiskan $15.000 per minggu untuk membongkar kemah-kemah itu. Selama pembersihan, para keluarga kehilangan barang-barang mereka seperti kayu yang digunakan untuk membangun rumah, meubel dan pakaian. Beberapa mengajukan gugatan atas penggerebakan tersebut.

Baca jugs: biskuit busuk termahal

Para penyedia layanan mengatakan 40 persen dari warga tunawisma Hawaii bekerja setidaknya paruh waktu, 30 persen memerlukan bantuan perumahan dan 30 persen menghadapi masalah kesehatan mental atau penyalahgunaan narkoba yang membuat mereka tidak dapat mempertahankan rumah. Para pejabat Honolulu telah menyisihkan setidaknya $16,8 juta untuk layanan dan apartemen untuk warga tunawisma tahun 2015, termasuk rencana untuk membangun unit-unit tempat tinggal dari kontainer pengapalan untuk sementara menampung warga di Pulau Sand dan pesisir Waianae.

Para pejabat kota juga memberi dukungan setidaknya $32 juta dalam bentuk obligasi untuk mendanai perumahan lain untuk tunawisma.


Jumat, 13 November 2015

http://www.athba.net/

Athba.net | Gurun adalah tempat tandus yang tanpa air dan kehidupan. Sangat sedikit tanaman tumbuh di padang pasir, sangat sedikit hewan tinggal di sana, dan bahkan hanya sedikit manusia yang mau tinggal di sana, karena tak ada yang bisa di ambil dari alam untuk menopang kelangsungan hidup. Tapi itu tidak berarti bahwa hal-hal yang luar biasa tidak bisa terjadi di tanah gersang di seluruh dunia.

Baca juga: penemuan koya berusia 5000 tahun


Sebuah tempat yang di namakan Empty Quarter Desert (Rub'al Khali) adalah gurun abadi terluas di dunia gurun dengan luas 650.000 km persegi yang meliputi 4 negara: Arab Saudi, Yaman, Oman dan Uni Emirat Arab. Sebuah fenomena alam yang aneh telah mulai terjadi di sana. Sebuah fenomena alam dengan adanya sungai pasir yang secara menakjubkan mulai mengalir melalui gurun ini, dan itu fenomena membingungkan yang indah.

Beberapa orang meyakini itu di akibatkan oleh banjir bandang. mereka berpikir ada aliran air di bawah pasir tersebut. daripada penasaran, silahkan lihat sendiri videonya.


Belum ada penjelasan yang memuaskan, tapi satu hal yang pasti, fenomena ini menciptakan banyak kekaguman. Orang-orang masih mencari jawaban atas fenomena ajaib ini. Terlepas dari apa yang menyebabkan fenomena itu tapi itu benar-benar terlihat sungai pasir yang mengaliri gurun.


Rabu, 11 November 2015

http://www.athba.net/

Athba.net | Dalam dunia modern seperti sekarang, handphone sudah menjadi teman keseharian kita. Apapun yang kita lakukan pasti selalu bersentuhan dengan handphone seakan-akan hidup tanpa handphone bagai hidup tak bernyawa. Kita seperti kehilangan pegangan jika sehari saja kita tak bersentuhan dengan apa yang di namakan smartphone. Sehari hari mata kita terlalu fokus pada layar kecil berwarna warni dengan alasan kemajuan tekhnologi, sadarkah kita bahwa gadget telah merenggut sebagian jiwa manusia kita. Mata kita semua-terlalu-sering terpaku pada telepon dan kita kehilangan apa yang terjadi di dunia sekitar kita.Gambar memikat dan menggoda menerangi layar, mengalihkan semua pandangan kita karena kita tidak berdaya berpaling. Fotografer Perancis Antoine Geiger telah memvisualisasikan hubungan parasit ini dalam projectnya yang disebut SUR-FAKE. 
Dalam setiap komposisi yang terlihat memaksa itu, telepon dan wajah seakan menjadi satu, seakan akan wajah pengguna handphone tersedot ke dalam gagdet.

http://www.athba.net/

Baca juga: menunggu akhir dari laut mati
Antoine Geiger memandang telepon sebagai objek yang mengasingkan hubungan kita dengan dunia fisik. Dengan memperhatikan hal itu, kita kehilangan interaksi spontan dengan orang lain dan kenyataan sehari-hari.Meskipun handphone memang penting untuk hidup kita tapi itu tak sebanding jika handphone harus merenggut jiwa kita sebagai manusia yang bersosial dan menjadikan kita hilang kepedulian dengan apa yang terjadi di sekitar kita.

http://www.athba.net/
situs:
via:








Sabtu, 07 November 2015

http://www.athba.net/

Athba.net | Berburu dengan elang emas, salah satu hubungan yang paling dramatis antara manusia dan binatang, Tradisi yang masih lestari hingga saat ini di pegunungan terpencil Barat Mongolia. Ini tradisi yang berasal di Asia Tengah lebih dari dua abad yang lalu antara suku-suku Kazakh. Sejak itu, pria Kazakh telah berburu dengan kuda dengan elang emas yang terlatih - salah satu predator terbesar dan paling kuat dari dunia raptor. Berburu di pegunungan dan padang rumput, berbagai macam hewan, termasuk kelinci, marmut, rubah, dan bahkan serigala, yang bulunya merupakan bagian integral dari pakaian tradisional Kazakhstan. Dan setiap tahun di selenggarakan Festival "Golden Eagle" di Mongolia. Salah satu yang paling indah dari tradisi nasional Kazakh dari Mongolia yaitu berburu dengan elang. Setiap tahun festival "Golden Eagle", di mana predator bersayap, bersama dengan tuannya bersaing dalam kelincahan, kecepatan dan ketepatan. Festival "Golden Eagle" di Mongolia di selenggarakan pada awal Oktober 2015.


http://www.athba.net/

Festival dimulai dengan peserta parade yang tidak biasa. Orang-orang kazakh terlihat sangat militan dalam balutan kostum tradisional mereka yang terdiri dari bulu dan kulit binatang. Kursi mereka dipangkas dengan mata uang perak, dan disiplin burung duduk di tangan.
Melansir dari laman loveopium bahwa Festival pertama "Golden Eagle" diadakan pada tahun 1999. Festival di adakan untuk meningkatkan kesadaran dan membantu melestarikan tradisi unik Kazakhstan, serta untuk melindungi elang. Meskipun beberapa tahun terakhir acara hanya berlangsung tiga hari, pecinta falcon dari seluruh negara berkumpul di sekitar kota Ulgii.

http://www.athba.net/
http://www.athba.net/

Sekitar 200 tahun yang lalu, nenek moyang orang-orang ini beremigrasi ke kaki bukit Altai di utara Mongolia - ke tepi danau yang indah dengan lereng gunung berhutan dan padang rumput yang subur. Berbeda dengan orang Mongol adat ini yang mulai di tinggalkan , orang-orang Kazakh terus melestarikan kebiasaan mereka yaitu berburu dengan menggunakan elang emas. mereka dikenal sebagai elang paling terampil. "elang emas" sangat patuh di gunakan untuk berburu kelinci, rubah dan bahkan serigala, karena bulu hangatnya sangat penting untuk kelangsungan hidup orang kazakh dalam cuaca dingin yang keras.

Baca juga:  Tarian Maut orang Chimbu


http://www.athba.net/

Selama beberapa abad yang lalu, elang emas menghilang dari banyak daerah di mana tinggal sebelumnya karena berbagai sebab seperti pemusnahan massal, penggunaan pestisida, urbanisasi dan perubahan lahan untuk kebutuhan ekonomi. Namun saat ini, Elang Emas, seperti kebanyakan burung pemangsa lainnya, telah dilindungi oleh undang-undang pemerintah dan perjanjian antar pemerintah.